Bagan patogenesis dan patofisiologi obesitas

Elsevier ; pp Ghrelin mengatur aksis hormon hipofisis, metabolisme karbohidrat dan berbagai fungsi yang berbeda dari ginjal, jantung, jaringan adiposa, pankreas dan gonad. Sinyal panjangdiperankan oleh fat-derived hormon leptin dan insulin yang mengatur penyimpanan dankeseimbangan energi.

Trigliserid yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan fibrinogen, faktor pembekuan dan viscositas darah. Percobaan genetik pada hewan dapat membantu kita dalam memahami proses regulasi metabolisme lemak.

Proses Radang: Pediatr Rev. Kanker Obesitas pada laki-laki disertai dengan angka kematian yang tinggi akibat kanker, termasuk kanker esofagus, kolon, rektum, pankreas, hati dan prostat; sedangkan obesitas pada wanita disertai dengan angka kematian yang tinggi akibat kanker kantong empedu, saluran empedu, payudara, endometrium, cervix uteri dan ovarium.

Diabetes Melitus tipe 2 Peningkatan yang tajam dari prevalensi obesitas memainkan peran penting dalam terjadinya peningkatan prevalensi diabetes selama 20 tahun terakhir di Amerika Serikat.

Kontraksi sel otot polos yang terus menerus dapat menyebabkan terjadinya perubahan struktural arteriol dan penebalan dinding pembuluh darah arteriol yang diperantarai oleh angiotensin sehingga menyebabkan peningkatan resistensi perifer yang ireversibel.

Gangguan endokrin dll. Hiperkolesterolemia biasanya ringan atau sedang dan tidak ada xantoma. Sensor terhadap simpanan energi didalam jaringan adiposa b. Pasien biasanya disertai rasa mengantuk pada siang hari. Diantara kelainan kulit yang menyertai obesitas adalah acanthosis nigricans, yang ditandai dengan penebalan kulit yang kehitaman dari lipatan kulit didaerah leher, siku dan ruang interfalang dorsal.

Kolesterol LDL akan dibawa ke jaringan perifer untuk pembuatan hormon adrenalin, testis, ovarium atau dibawa ke hepar. Kadar insulin serum proporsional dengan massa jaringan adiposa. Patofisiologi Patofisiologi membahas aspek perubahan yang terjadi pada berbagai fungsi tubuh akibat adanya penyakit Etiologi Etiologi adalah penetapan sebab terjadinya suatu penyakit.

Risiko hipertensi juga meningkat dengan penambahan BB. Namun kerja utama insulin adalah meningkatkan asupan makan dengan cara menurunkan kadar glukosa darah. Hormon2 yang sangat penting berhubungan dengan obesitas adalah insulin dan cholecystokinin.

Hormon ini merangsang pelepasan leptin dari sel-sel lemak dan bekerja secara sentral menurunkan asupan makanan dengan cara mempengaruhi kerja cholecystokinin dan Neuropeptida Y. Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua sertapelabaran pembuluh darah.

Efek anoreksigenik, metabolik dan aktivasi saraf simpatis dari leptin diketahui melalui jalur neuron yang berbeda. Hipotesis thermostatik Hipotesis ini menyatakan bahwa penurunan suhu tubuh dibawah normal akan merangsang nafsu makan dan sebaliknya peningkatan suhu tubuh akan mengurangi nafsu makan.

Peranan vitamin E tokoferol terhadap kadar lipid darah. Kadar aldosteron plasma meningkat pada sebagian individu obes khususnya dengan obesitas visceral. Obesitas meningkatkan faktor risiko kardiovaskuler, meningkatkan resistensi insulin dan dislipidemia.

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg ataulebih.

Abnormalitas lipid yang menyertai obesitas merupakan faktor risiko penting untuk terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Resistensi leptin terjadi selektif karena efek aktivasi simpatisnya masih ada dan berperan dalam terjadinya hipertensi pada obesitas.

Studi cross-sectional yang dilakukan pada anak Asia Tenggara dan anak Australia usia tahun menunjukkan adanya hubungan antara BMI, ukuran lingkar pinggul, tebal lipatan kulit dengan peningkatan tekanan darah. Mekanisme resistensi leptin Sumber: Edisi ke Lesi-lesi yang mengisi ruang misalnya tumor menghancurkan, memindah, atau menekan jaringan sehat didekatnya.

Patogenesis yang mendasari sindrom dismetabolik sampai saat ini belum jelas, namun terdapat hipotesis yang kuat bahwa resistensi insulin merupakan dasar patogenik yang umum.

Misalnya banyak tugas rumah tangga yang harus diselesaikan, rutinitas sehari-hari yang membosankan ditambah lagi jika anak-anaknya bandel. Strategi mencegah terjadinya hipertensi pada obesitas diperlukan dengan mengubah gaya hidup, latihan fisik teratur, diet seimbang untuk mencegah penyulit selanjutnya.

Prevalensi obesitas juga mengalami peningkatan pada kelompok anak-anak dan remaja.Pembuluh seperti aorta, arteri koroner, arteri basiler yang ke otak dan pembuluh darah perifer di ekstremitas menjadi sklerotik dan membengkak. Lumen-lumen menjepit, aliran darah ke jantung menurun, bergitu juga ke otak dan ekstremitas bawah bisa juga terjadi kerusakan pembuluh darah besar.

Referat ini akan membahas tentang patofisiologi hipertensi dikaitkan dengan obesitas pada anak dan penatalaksanaannya.

HIPERTENSI DAN OBESITAS PADA ANAK Bagian Ilmu Kesehatan ...

II. Hipertensi Definisi Hipertensi didefinisikan sebagai nilai rata-rata peningkatan tekanan darah sistolik dan atau tekanan darah diastolik lebih besar atau sama dengan persentil ke 95 berdasarkan usia dan jenis kelamin. Patofisiologi dan Diagnosis Obesitas Alwi Shahab Bagian Penyakit Dalam FK Unsri/RSMH Palembang I.

Pendahuluan Obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori sehingga menyebabkan kelebihan akumulasi lemak didalam tubuh. Tinjauan Pustaka PATOGENESIS, DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN OSTEOPOROSIS Muhammad Mukti Pembimbing: Dr.

Radiyati Umi Partan, SpPD, ancientmarinerslooe.com PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS 1. · Hal ini dimungkinkan karena pada saat ibu yang obesitas sedang hamil maka u nsur sel lemak yang berjumlah besar dan melebihi ukuran normal, secara otomatis akan diturunkan kepada sang bayi selama dalam kandungan.

· Cholelithiasis Cholecystitis Choledocolithiasis Cholangitis Cholestasis Perbedaan Definisi Patofisiologi Gejala Apa perbedaan dan hubungan Cholelithiasis Cholecystitis Choledocolithiasis Author: Chrisan Bimo.

Bagan patogenesis dan patofisiologi obesitas
Rated 3/5 based on 5 review